Senin, 27 April 2009

Benturan pada Kepala Balita

Biasanya segala bayangan seram tentang dampak cacat akan segera menghantui. Hal itu sebetulnya tak perlu terjadi kalau kita bisa mengenali gejala gawat tidaknya cedera yang diakibatkan. Nah, apa saja yang harus dicermati, dr. Irawan Mangunatmadja, SpA dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta akan menjelaskannya berikut ini. Diharapkan, dengan langkah pencegahan yang disarankan, peristiwa bayi jatuh tak sampai terjadi.

Pengaruh Posisi Benturan Kepala Bayi Selain dari ada tidaknya benjolan, posisi benturan di kepala juga menentukan ringan dan beratnya cedera. Inilah keterangannya:

  1. Benturan di bagian samping kepala, apakah kanan atau kiri, bisa berdampak sangat serius. Di bagian yang disebut daerah epidural ini terdapat pembuluh darah arteri yang menempel di tulang kepala. Kalau sampai terjadi retak/fraktur di daerah tersebut, maka pembuluh darah itu ikut robek. Akibatnya, terjadi perdarahan epidural yang biasanya sulit dihentikan karena robekan terjadi di pembuluh darah besar. Benturan yang cukup kuat di daerah temporal atau di samping dekat telinga, bisa menimbulkan gejala epilepsi/ayan.

  2. Benturan di bagian belakang kepala perlu diwaspadai. Di daerah ini tersimpan fungsi-fungsi vital otak, seperti pusat penglihatan. Perhatikan apakah terjadi perubahan pada fungsi mata bayi. Seharusnya, saat melihat suatu objek, bola mata bayi terlihat fokus. Jika terjadi gangguan, bisa secara tiba-tiba bola matanya bergerak ke mana-mana atau arahnya tidak fokus. Tanda lainnya, ia tidak lagi tertawa atau tersenyum ketika melihat orang-orang dekatnya. Ini berarti pusat penglihatannya terganggu atau bahkan dia tidak bisa melihat.

  3. Benturan di bagian belakang kepala agak ke sebelah bawah dapat menyebabkan cedera pada otak kecil yang merupakan pusat keseimbangan. Akibatnya timbul gangguan gerak yang meliputi kemampuan motorik kasar dan halus. Misalnya saja, tangan bayi gemetaran saat memegangsesuatu.

  4. Benturan keras di kepala bagian bawah sekali atau tengkuk akan menyebabkan kesadaran bayi menurun. Di daerah ini terdapat batang otak yang kalau cedera dpt memicu gangguan pernapasan dan bahkan kematian. Jika sampai terjadi retakan tulang di bagian itu, maka patahan Tulangnya dapat menembus jaringan otak & melukai susunan saraf pusat. Cedera seperti ini termasuk kategori berat. Selain itu, bisa timbul perdarahan dari hidung atau keluar cairan dari telinga. Mengatasinya harus dengan tindakan operasi. Jika tidak, perdarahan akan terus menekan jaringan otak yang pada tahap ekstrem bisa mengakibatkan kecacatan dan kematian.

    Perhatikan Benjolan Setelah terbentur, perhatikan apakah ada benjolan atau tidak. Raba kepala bayi untuk memastikannya. Kalau ada, berarti jatuhnya cukup keras. Benjolan yang muncul biasanya berwarna kebiruan. Itu mengindikasikan adanya perdarahan di bawah kulit. Untuk mengatasinya, berikan kompres air dingin agar perdarahannya terhenti. Selama kesadaran bayi masih bagus, tak ada gangguan saraf seperti bola mata jadi miring, tidak muntah, tidak tidur terus, dan tidak ada kejang, maka cederanya bisa dianggap ringan. Perlu diketahui, walaupun benturannya keras, benjolan belum tentu muncul saat itu juga. Bisa saja baru keesokan harinya, karena perdarahan yang terjadi mungkin sedikit jumlahnya, atau benjolan itu tak begitu terasa dan terlihat karena tertutup rambut. Jadi kalau setelah jatuh tak segera muncul benjolan, belum tentu benturannya ringan. Benjolan dapat muncul kapan saja dalam 48 jam pertama.

    Bila cederanya ringan, benjolan makin lama akan mengecil dengan sendirinya, sebab setiap perdarahan akan diserap oleh tubuh. Kalau benjolannya makin lama makin besar maka orang tua perlu mencurigainya. Bisa saja perdarahan itu tak diserap tubuh tapi malah membentuk semacam selaput di otak. Lama kelamaan selaput ini dapat menekan jaringan otak dan menghambat perkembangannya. Perlu dilakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan bekuan darah dan selaput tersebut.

    Ada atau tidak ada benjolan, bayi yang jatuh harus terus diamati selama 2x24 jam dan diobservasi setiap 2 jam untuk menentukan berat ringannya cedera akibat jatuh. Bila dalam kurun waktu itu suhu badannya meningkat, muntah, atau bahkan kejang, bawalah segera ke dokter. Ini berarti ada luka dalam yang lebih serius.



Gejala Gawat

Bila terjatuh, sewajarnya bayi menangis kesakitan dan rewel. Namun, ada juga yang diam saja, karena mungkin saat itu terjadi penurunan kesadaran akibat perdarahan di otak. Selain itu ada yang muntah atau naik suhu badannya. Ini berarti otak si bayi mengalami guncangan yang merangsang pusat muntah dan panas pada batang otak.

Hati-hati jika muntah atau panas baru terjadi keesokan atau beberapa hari selanjutnya. Ini menunjukkan proses keterguncangan otak cukup kuat atau terjadi perdarahan di dalam otak. Jadi bisa saja gejala gawat itu muncul secara lambat. Misalnya, pada kasus retak kepala. Awalnya mungkin tidak terjadi benjolan dan kondisi anak baik-baik saja. Baru di hari kedua anak kejang-kejang yang perlu dicurigai sebagai adanya perdarahan di otak.

Waspadai juga kalau setelah terjatuh bayi semakin lemas dan semakin menurun kesadarannya. Itulah gejala gegar otak yang disebabkan perdarahan atau pembengkakan sel saraf otak. Perdarahannya sendiri bisa terjadi di bawah kulit kepala, di selaput otak, atau di dalam otak. Bila terjadi di dalam otak, perlu tidaknya operasi akan tergantung pada jumlah perdarahannya. Bila setelah jatuh bayi langsung tak sadarkan diri dalam waktu lama (sekitar 5-10 menit), kepalanya memar, kejang-kejang, dan muntah-muntah, berarti perdarahan itu tidak hanya terjadi di daerah kulit, tapi juga di dalam otak di bawah tulang tengkoraknya. Waspadai bila gejala ini muncul, dan orang tua harus segera membawa si bayi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Menghindari Jatuh

Lakukan pengamanan semaksimal mungkin di mana pun bayi berada; di tempat bermain dan terutama di tempat tidur. Boks bayi yang berpagar dan bisa dikunci biasanya sudah cukup aman. Bila bayi tidur di tempat tidur biasa, sediakan kasur tambahan di lantai untuk berjaga-jaga. Usahakan tempat tidurnya dibuat rendah, sehingga bila bayi terjatuh, benturannya tidak keras atau tidak menyebabkan cedera. Mintalah pada pengasuh atau keluarga lain yang kerap menggendongnya untuk bersikap hati-hati dan segera memberitahu bila bayi terjatuh tanpa harus takut dimarahi.

Perlukah Scanning?

Walaupun bayi tampak normal, observasi harus terus-menerus dilakukan selama dua hari tanpa perlu men-scanning kepala bayi lebih dulu. Jika makin lama benjolnya mengecil berarti sudah ada perbaikan. Namun kalau benjolnya menetap, bahkan membesar, orang tua perlu membawanya ke dokter yang biasanya menganjurkan pemeriksaan dengan CT Scan. Jadi, perlu tidaknya scanning ditentukan oleh gejala klinis yang muncul setelah benturan. Tak mesti hari itu juga bayi di-scanning, kecuali terjadi perdarahan yang cukup berarti, atau kepalanya tampak retak semacam ada tulang yang melesak ke dalam.

Akibat Benturan Kepala

Bila dalam 2x24 jam setelah terjatuh, bayi baik-baik saja, kesadarannyamasih bagus, tak mengalami gangguan saraf, tidak muntah, dan tidak kejang, maka benturannya bisa dianggap ringan dan tak berakibat apa-apa. Lain hal bila benturan berlangsung keras, ditandai dengan adanya memar, benjolan, muntah, kejang, lemas, dan pingsan dalam kurun waktu 2x24 jam, maka bukan tak mungkin cedera otak itu akan mengganggu perkembangan bayi untuk selanjutnya, termasuk risiko mengalami kelumpuhan. Namun, kejadian ini jarang terjadi kecuali telah terjadi perdarahan berat. Bagian Tubuh Yang Sering Terbentur Celakanya, bagian tubuh yang paling sering terkena benturan lebih dulu adalah kepala. Padahal, kepala adalah bagian tubuh yang sangat vital karenadi dalamnya tersimpan susunan saraf pusat atau otak.

Kapan Bayi Biasa Terjatuh

Setelah berusia 6 bulanan, bayi mulai bisa berguling-guling. Sejak saat itulah bayi rawan jatuh. Biasanya jatuh dari tempat tidur ketika dia sedang tidak ditunggui, jatuh dari gendongan, jatuh saat diayun, atau jatuh saat menjelang usia berjalan.

3 komentar:

  1. Bagus banget informasinya, saya jadi tenang, anak saya mimggu kemarin terbentur dan dahinya benjol sebesar telur ayam kampung, untung ada mertua saya yang langsung kasi kompres burowi, besoknya benjolan didahi sudah kempes, tapi sampai tadi pagi masih ada biru di samping hidung tepatnya di ujung mata anak saya....mudah2an tidak terjadi apa2 yach....karena dari infomasi diatas anak saya tidak mengalami muntah2, anak saya sukurnya bisa kembali bermain seperti biasannya....
    Mudah2an anak saya sehat dan panjak umur selalu....

    BalasHapus
  2. SEPUPU SAYA JATUH DARI TANGGA USIANYA 8BLN.. ada benturan di belakang kepala dan hari pertama sampai ke dua mengalami muntah2 dan lemas,hari ketiga sudah membaik tapi kemudian lemas dan selalu meracau.. kedua mata nya juga jadi merah tapi tidak ada benjolan di kepalanya.. smoga tidak terjadi apa2 dg sepupu saya.. amiinnn...

    BalasHapus
  3. APLIKASI KARTU KREDIT DAN KTA (PERSONAL LOANS) ONLINE
    INGIN BUAT KARTU KREDIT ATAU KREDIT TANPA AGUNAN? Pinjaman tanpa jaminan resmi dari bank 5 juta sampai 100 juta. Dan kartu kredit limit 3 sampai 250 juta banyak diskon belanja. Executive lounge di bandara. Dll . no penipuan resmi bank. Lihat profil fb di duniabuana@gmail.com
    SAYA BANTU BUAT
    Proses cepat syarat mudah.berkas aman. Hub Irvan via telp/sms/pin bb di 088215334251. 085600125176 dan 7EA8D6FD . via email di rooly88@gmail.com

    BalasHapus